Tinggal Satu Pasien yang Dirawat di Rumah Isoter Hotel Permata, Kontrak 90 Hari Habiskan Anggaran Miliaran

Rumah Isolasi Mandiri Terpusat (Isoter) di Hotel Permata Bangko
Rumah Isolasi Mandiri Terpusat (Isoter) di Hotel Permata Bangko /


MERANGIN,beritajam.net - Turunnya level PPKM Merangin ke level 2, beriringan dengan menurunnya jumlah pasien Covid-19 yang isolasi di Rumah Isolasi Mandiri Terpusat (Isoter) yang disediakan Pemkab Merangin.

Hingga data hari ini Kamis (16/9/2021) pasien dirawat di isoter yang disediakan Pemkab di Hotel Permata Bangko tinggal satu pasien, dan itupun lima hari ke depan dipastikan pulang.

Hal ini, seperti dikatakan Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dr. Irwan Kurniawan yang menangani kegiatan di rumah Isoter.

"Data pasien yang dirawat di Isoter perhari ini, tinggal satu orang dan lima hari ke depan dipastikan pulang, sekalipun hasilnya positif karena sudah swab ketiga dan dipastikan tak bisa menular lagi," kata dr. Irwan.

Lalu bagaimana jika, Rumah Isoter tak ada pasien Covid-19 yang dirawat di sana, apakah akan tetap dilanjutkan kontrak dengan pihak hotel.

"Kalau saran saya, selagi ada pandemi isoter harus tetap ada, hanya saja mungkin tempatnya dialihkan ke Rusunawa karena tidak mengeluarkan anggaran sebesar di Hotel.

"Kontrak kita hanya 3 bulan, namun menurut saya Isoter tetap harus ada selama pandemi masih berlangsung, sebaiknya Isoter pindah ke Rusunawa," lanjutnya.

Namun demikian, kata dr. Irwan ia cukup kuatir akan terjadi peningkatan sebab selama Merangin di PPKM level dua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak sudah sering dilakukan.

"Cuma saya kuatir, karena selama PPKM level 2 ini event digelar dimana-dimana, seperti kegiatan cross, pesta pernikahan, itukan cukup rame, semoga saja tidak terjadi peningkatan," jelasnya.

Sementara itu, anggaran yang digelontorkan untuk biaya satu Rumah Isoter terang dr. Irwan lebih dari satu Miliar diantaranya kontrak sewa hotel saja sebesar 700 juta lebih untuk 90 hari kalender.

"Anggaran satu Isoter di Permata pokoknya satu miliar lebih, kontrak hotel selama 90 hari atau tiga bulan 700 juta lebih, sisanya biaya Nakes, APD, Makan Minum, Obat-obatan dan itu diluar insentif petugas keamanan yang dianggarkan di pos lain," ujarnya.

Meskipun disewa 90 hari kata dr. Iwan pihak hotel hanya memberi hak kepada Pemkab untuk mengisi pasien Covid-19 hanya 80 hari,  sementara 10 hari akan dijadikan waktu sterilisasi bagi pihak hotel.

"Kita cuma boleh isi pasien, 80 hari dari kontrak tiga bulam atau 90 hari itu. Soal rincian pasti berapa biaya tanya pak Kadis saja sebab dia sebagai Kuasa Pengguna Anggaran," pungkasnya (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net).