Tiga Terdakwa Kasus PETI Divonis Penjara Tiga Tahun, Excavator Dirampas Untuk Negara

Alat berat jenis excavator yang digunakan untuk PETI dirampas untuk negara
Alat berat jenis excavator yang digunakan untuk PETI dirampas untuk negara /


MERANGIN,beritajam.net -- Tiga warga Bungo yang terjerat kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat jenis excavator di wilayah Baru Nalo, Kecamatan Nalotantan beberapa waktu lalu divonis bersalah oleh majelis hakim.

Tiga terdakwa yakni M Ikhsan (45), Benny Noven (41) dan Ghufron (38) dijatuhi pidana penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangko yakni 3 tahun penjara dan masing-masing putusan sama. 

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sebesar Rp 1,5 M dan dengan ketentuan apa bila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan 3 bulan," kata ketua majelis Hakim Salman Alfarisi SH MH yang didampingi hakim Daniel Elisa S SH MH dan Miryanto SH MH di ruang sidang PN Bangko, Kamis (10/06/2021).

Selain kurungan penjara, dalam amar putusannya pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas I.B Bangko bahwa barang bukti satu unit excavator merek CAT tipe 313 warna kuning dirampas untuk untuk negara.

"Satu unit excavator merek CAT tipe 313 warna kuning dirampas untuk untuk negara," kata Ketua Majelis Hakim.

Sementara itu barang bukti satu unit mobil truck terado warna orange dengan nomor Pol BM 9322 DU dikembalikan kepada saksi Romi alias Aang.

Begitu juga dengan barang bukti satu unit mobil dump truck cunter warna kuning nomor pol BH 8524 UU juga dikembalikan kepada PT Jambi Jaya Perkasa.

Terkait keputusan itu tiga terdakwa menyatakan menerima keputusan hakim. Apakah terima atau pikir-pikir? tanya ketua majelis hakim kepada terdakwa dan ketiga terdakwa menyatakan menerima.

"Kita terima," kata para terdakwa.

Tiga terdakwa kasus PETI alat berat yang divonis majelis secara sah dan menyakinkan telah bersalah dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda 1,5 Miliar.

Sementara itu Rizal Purwanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus tersebut terkait itu mengatakan pikir-pikir dengan keputusan tersebut.

"Kami nyatakan pikir-pikir," kata Rizal Purwanto yang merupakan Kasi Pidum Kejari Merangin kepada majelis hakim. Ini juga disampaikan Rizal Purwanto kepada awak media usai sidang.

"Ada waktu tujuh hari untuk menyatakan upaya hukum. Kami nyatakan pikir-pikir apakah menerima atau melakukan upaya hukum," sebutnya.

(Himun Zuhri/Beritajam.net)