Kapolres Beri Bantuan Sembako dan Uang

Temui Bocah Putus Sekolah yang Jadi Pemulung, Kapolres Merangin Akan Fasilitasi Nabil Tetap Lanjut Sekolah

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan  saat berbincang bersama Nabil Ardiansyah pemulung cilik yang putus sekolah
Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan saat berbincang bersama Nabil Ardiansyah pemulung cilik yang putus sekolah /


MERANGIN,beritajam.net - Masih ingat dengan Nabil Ardiansyah (14) bocah putus sekolah yang sehari-hari mengais sisa kebakaran di eks kios terbakar Pasar Bawah Bangko?.

Baca Juga: Tak Ada Biaya Sekolah, Bocah Ini Mengais Sisa Kebakaran Kios Pasar Bawah Demi Jadi Pemulung yang Lebih Mapan

Hari ini, bocah malang tersebut dikunjungi Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan. Nabil ditemui orang nomor satu di korp bhayangkara ini dikediamannya.

Kapolres Merangin datang pada Rabu (29/9/2021) siang ke salah satu rumah kontrakan di Lorong Serumpun, RT 20/RW 05 yang tak lain saat ini menjadi tempat Nabil bernaung kala panas dan berteduh kala hujan.

Perwira berpangkat dua melati dipundaknya ini kembali menunjukkan kepeduliannya kepada sesama, kali ini batinnya terpanggil untuk mengurus anak putus sekolah dan memastikan anak tersebut kembali melanjutkan pendidikannya.

Kedatangan Kapolres sekaligus membawa ,buah tangan' berupa bantuan satu paket sembako untuk kelurga Nabil, di samping juga menyerahkan amplop yang telah ia disediakan untuk Nabil.

Sesampai di depan rumah kontrakan, Kapolres yang dikenal cukup merakyat ini langsung menyapa bocah kelahiran Pesisir Selatan. Nabil didampingi Yusuf Mohza ketua RT setempat dan sang paman Heri alias Boyon.

"Mau sekolah nak?," tanya Kapolres sembari menatap sayu wajah pemulung cilik tersebut. "Mau," jawab Nabil dengan nada lirih.

"Ijazah SD nya ada kan, urus ijazah terlebih dahulu, jika bisa kita masukkan," tanya Kapolres kepada Nabil dan pamannya. "Ada pak, ada di kampung di pesisir, ijazahnya bisa dikirim dari kampung," jawab sang paman.

"Saya minta, surat-suratnya dikirim secepatnya dan saya akan urus, saya koordinasikan ke dinas pendidikan, anak ini harus sekolah, kasian dia putus sekolah," kata Kapolres sebelum meninggalkan kediaman Nabil.

Mendapat kunjungan dari sang Kapolres Boyon mengaku haru dan berterima kasih, ia tak menyangka keponakannya mendapat perhatian dari Kapolres apalagi berniat mengurusnya hingga masuk sekolah.

"Saya ucapakan terima kasih banyak ke pak Kapolres atas kepedulian bapak kepada penakan kami," ujar Heri alias Boyon yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

Boyon mengungkapkan bahwa sejujurnya ia punya keinginan menyekolahkan keponaannya yang tak lain anak dari ibu yang merupakan kembaran Boyon. Karena terkendala biaya ia memilih membawa Nabil ikut menjadi pemulung.

"Pengennya mau di sekolahkan. Ya mau kek mana lagi, makan saja susah. Kalau difikir kasianlah sebenarnya, dia ditinggal orang tuanya merantau," kata Boyon.

Apalagi kata Boyon, pada suatu hari ia pernah melihat Nabil begitu gelisah saat tidur, dan ia tanyakan ternyata Nabil menjawab bahwa ia rindu dengan suasana sekolah dan ingin sekolah.

"Saya taragak sekolah, saya rindu dengan temen-teman sekolah," kata Boyon menirukan kata-kata Nabil.

Ucapan terima kasih kepada Kapolres Merangin yang telah menunjukkan kepedulian kepada warganya juga datang dari ketua RT 20 Yusuf Mohza.

"Atas nama RT, saya juga terima kasih banyak dengan bapak Kapolres sudah datang dan peduli," pungkas Yusuf (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net)