Tak Bisa Lagi Berjualan Sejak Wabah Corona, Susi: Bukan Terdampak Lagi Tapi Tercampak

Ilustrasi
Ilustrasi /


MERANGIN,beritajam.net - Salah satu dampak wabah Virus Corona atau Covid-19 di Merangin sungguh begitu terasa terutama dampak secara langsung, warga mulai 'menjerit' karena kesulitan mengatasi persoalan ekonomi keluarga.

Seperti yang dialami Susi Afrianti salah satu warga Kelurahan Rantau Panjang, Tabir. Sejak wabah Corona, ibu empat anak ini sebelumnya bekerja dan berjualan dikantin SMP 42 Rantau Panjang.

Namun, sejak sekolah diliburkan dia langsung kehilangan pekerjaan dan penghasilan tentu karena tak bisa lagi berjualan sebab secara otomotis tak ada pembeli.

"Bukan terdampak lagi, lah tercampak sejak corona ini, pekerjaan kami cuma jualan dikantin, tak ada pekerjaan lain sebelum Corona penghasilan dari jualan palingan cuman untuk beli beras dan kebutuhan sehari hari," ujarnya.

Adapun simpanan uang yang disimpan kata Susi sebelumnya juga sudah habis, karena sudah lama tak jualan. Saat ini ungkap Susi cuma hanya dibantu kepala sekolah namun tidaklah cukup.

"Selain itu selama ini kami tidak pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah dibidang apa pun, dulu pernah kami mintak bantuan beras Raskin cuman dak pernah nian orang ngasih dak, bukan sekali duo kali kami ngeluh cuman dak pernah kami dikasih macam mano lagi lah," ujarnya lagi.

Dengan Kondisi yang sulit saat ini akibat wabah Virus Corona, Susi berharap adanya bantuan yang disalurkan Pemerintah pada Warga yang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan lagi.

"Kami berharap nian bantuan Pemerintah, kami belum tahu kapan biasa jualan lagi," pungkas Susi Afrianti.

Reporter : Himun Zuhri