Siapa Pelakunya?

Surat Usulan Bupati Merangin ke KASN Dua Versi, H. Mashuri: Saya Hanya Tandatangan Satu

Bupati Merangin H. Mashuri didampingi Kepala BKPSDMD Merangin Ferdi Firdaus saat diwawancarai awak media baru-baru ini
Bupati Merangin H. Mashuri didampingi Kepala BKPSDMD Merangin Ferdi Firdaus saat diwawancarai awak media baru-baru ini / Istimewa


Penulis: Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda


MERANGIN,BERITAJAM.NET -- Bupati Merangin H. Mashuri mengakui bahwa ia menemukan surat permohonan persetujuan hasil seleksi terbuka kepada KASN dalam dua versi.

Surat itu ditemui langsung oleh bupati Merangin H. Mashuri saat dirinya berkunjung ke KASN baru-baru ini pasca surat rekomendasi KASN terbit namun ada satu nama yang hilang.

Ada yang menarik dari dua versi surat itu yang terlihat jelas telah ditandatangani dan di cap bupati Merangin H Mashuri dengan nomor dan tanggal yang sama dengan ini berbeda.

Potongan ini surat bupati Merangin dalam dua versi 

Surat tersebut memuat nama-nama dari Lima Lowongan hasil seleksi terbuka (Selter) JPT Pratama di lingkup Pemkab Merangin akhir tahun lalu yang diajukan ke KASN pada 27 Januari.

Adapun versi pertama terhadap tiga nama hasil lelang pada lowongan jabatan Inspektur masih utuh diantaranya nama Andi Irvan Rianza, Deddi Candra dan Muhammad Sayuti.

Kemudian pada versi kedua dalam surat yang narasinya tak ada yang berbeda nama Muhammad Sayuti yang saat ini menjabat Sekretaris Inspektorat sudah tidak ada lagi.

Hal ini dibenarkan bupati Merangin H Mashuri saat dikonfirmasi beritajam.net pada Selasa (28/3/2023) usai menghadiri rapat di Kantor Bappeda Merangin.

"Benar adanya surat itu dua versi, dengan nomor yang sama dengan isi yang berbeda," jelas H. Mashuri.

Baca Juga: Terkuak! Diduga Ada Skenario Dibalik Hilangnya Nama Calon Inspektur Merangin pada Rekom KASN

Dengan adanya hal ini kata Mashuri, tentu ini menjadi catatan bagi KASN, dan menurut ketua KASN akan mengevaluasi kembali surat itu dan dibawa ke rapat tim secepatnya.

Bupati Mashuri saat ditanya apakah dua versi surat tersebut keduanya ditandatangani oleh dirinya. "Saya hanya tandatangan satu," tega H. Mashuri.

Lalu siapa aktor yang berani membuat surat resmi atas nama bupati Merangin menjadi dua versi?.

"Kita tak boleh siuzon di bulan puasa ini ndak taulah entah muncul dari siapa," ujar Mashuri enggan menjelaskan siapa oknum yang nekat melakukan hal berbahaya ini.

Apakah sejauh ini hasil penelusurannya telah mengarah ke nama siapa yang nekat berbuat?. Bupati Mashuri masih 'keukeh' mengatakan tidak mengetahuinya.

"Ndak tau kita, artinya kita tak boleh siuzon-lah, nanti takut salah," tegasnya lagi. Ditanya lagi, yang jelas ada yang ikut bermain kan pak?.

"Yang jelas surat itu dikirim lewat WA yang satu lagi lewat sistem, dan sistemnya baru," ujar Mashuri namun tidak menyebutkan siapa nama pengirimnya.

Dan surat kedua yang tinggal dua nama itulah terang bupati Mashuri yang dijadikan dasar oleh KASN dan satu nama terpotong yang diakui bupati tidak diteken olehnya.

Lalu terhadap hasil Selter ini bagaimana kesimpulannya pasca ditemukan ada dua versi surat di KASN, dibatalkan atau ada perbaikan rekomendasi dari KASN?.

"Ada dua kemungkian yang jelas ada perbaikan keputusan dari KASN bisa dibatalkan dan bernasib sama dengan Dishub lalu di selter ulang. Bisa juga perbaikan rekomendasi, itu yang kita tunggu, jelang lebaran sudah ada keputusan terbaru," pungkasnya.

Untuk diketahui dari lima lowongan hasil Selter yang diusulkan ke KASN, Empat mendapat rekomendasi KASN termasuk Inspektorat dan lowongan Dishub memang dinyatakan gagal.

Sementara untuk hasil lelang pada Asisten II Setda Merangin, Staf Ahli Bupati dan Kepala BPPRD Merangin telah dilakukan pelantikan pada Jum'at (24/3/2023) lalu di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin (*)