Soal PETI di Merangin Mashuri Deadline Kades, Seriuskah?

H Mashuri Bupati Merangin ketika diwawancarai awak media beberapa waktu lalu dan didampingi Kapolres Merangin dan Dandim 0420/Sarko
H Mashuri Bupati Merangin ketika diwawancarai awak media beberapa waktu lalu dan didampingi Kapolres Merangin dan Dandim 0420/Sarko /


MERANGIN,beritajam.net - Keseriusan bupati Mashuri dalam pemberantasan PETI di Merangin yang masuk kategori akut masih dinanti publik. Sejauh mana komitmen Mashuri dengan persoalan ini masih dinanti.

Sejak menjabat bupati, ini kali pertama rapat pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan hidup akibat maraknya aktivitas PETI di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), Rabu (15/9/2021).

Dengan tegas Mashuri memberi deadline kepada para kepala desa (Kades) di Kabupaten Merangin dalam waktu 15 hari untuk mendata keberadaan titik PETI di wilayah kerjanya masing-masing.

Selain itu, Kades juga diminta berpartisipasi secara aktif memberi himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas PETI di tepi sepanjang aliran sungai.

‘’Nanti data dari para Kades ini dilaporkan melalui Camat, yang diteruskan ke Pemkab Merangin, sehingga dari tingkat kabupaten bisa turun tangan untuk menindaklanjutinya,’’ ujar Bupati didampingi Kapolres dan Dandim 0420/Sarko.

Sama-sama diketahui jelas bupati, hampir di semua sungai dalam Kabupaten Merangin, pencemaran yang terjadi sekarang ini sudah melebihi indek yang direkomendasikan Kementerian.

‘’Pencemaran sungai-sungai kita sudah sangat memprihatinkan, diatas 400 indek pencemarannya, Berarti pencemaran sungainya sudah diambang batas, Ini tidak bisa kita biarkan terus,’’ terang H Mashuri.

Langkah apa yang akan diambil untuk memberantas keberadaan PETI itu? Diakui bupati, tidak mudah untuk memberantas habis keberadaan PETI itu secara cepat dan keseluruhan. Apalagi razia PETI sudah sangat sering dilakukan.

Penanganan PETI ini lanjut bupati, harus ekstra hati-hati, jangan sampai terjadi bentrok dengan masyarakat, mengingat ini menyangkut isi perut masyarakat banyak. Jumlah PETI itu memang sudah sangat banyak sekali.

‘’Tapi sudah banyak juga para pelaku PETI yang ditertibkan Polres Merangin. Sekarang ini tinggal pelaku PETI yang menengah (dompeng). Sulit memang, karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari dompeng ini,’’ jelas Bupati.

Sedangkan solusi yang diambil terang H Mashuri, sekarang ini Pemkab Merangin sedang mengajukan izin Pertambangan Rakyat. Ada sekitar 10 blok di semua kecamatan Penambangan Rakyat yang izinnya sedang dalam diproses.

(Kominfo/Himun Zuhri)