Siap-siap! Ratusan Jabatan Eselon di Merangin Akan Dipangkas, Dialihkan ke Jabfung

Prosesi pelantikan pejabat Eselon III, IV dan Jabatan Fungsional oleh bupati Merangin beberapa waktu lalu
Prosesi pelantikan pejabat Eselon III, IV dan Jabatan Fungsional oleh bupati Merangin beberapa waktu lalu /


MERANGIN,beritajam.net - Pemerintah Kabupaten Merangin sepertinya siap menindaklanjuti Peraturan Menteri PAN dan RB nomor 17 tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam jabatan Fungsional (Jabfung) alias JF.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Merangin Irsadi saat dibincangi beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa Merangin saat ini sedang menyusun proses itu dan siap menghadapi penyetaraan jabatan.

Sebab kata Irsadi pada pasal 34 ayat 1 dan 2 pada Permen PAN dan RB tersebut telah dibunyikan penyusunan penyetaraan pada 31 Juni lalu dan terhadap perintah itu Bagian Organisasi telah melakukan itu.

Sementara untuk, proses validasi, persetujuan menteri dan pengangkatan serta pelantikan penyetaraan ke jabatan fungsional waktu paling tambat diberikan MenPAN dan RB akhir tahun ini.

"Siap tidak siap, kita harus siap. Menpan RB beri kita batas waktu penyetaraan pada 31 Desember tahun ini, dan waktu ini sudah terhitung pelantikan untuk pejabat fungsional," kata Irsadi.

Hanya saja, untuk sementara, kata Irsadi pemkab hanya akan melakukan penyetaraan ke jabatan fungsional tahun ini terbatas pada eselon IV saja dengan jumlah nyaris 300 orang.

"Saat ini, kita akan penyetaraan untuk eselon IV saja dengan jumlah tidak sampai 300 jabatan," terang mantan Sekdin PMD Merangin ini.

Tak hanya itu, ada beberapa jabatan eselon IV di lingkup Pemkab Merangin yang tidak akan 'diganggu' pada penyetaraan kali ini. Jabatan tersebut yakni OPD Kecamatan, Kelurahan, RSD, UPT Dinas juga termasuk beberapa jabatan eselon di bawah sekretaris OPD.

"Yang masih aman dari penyetaraan, yakni kecamatan, Kelurahan, RSD, UPTD, serta beberapa Kasubbag di OPD yang berada dibawah sekretaris OPD," tambah Irsadi.

Lalu, bagaimana dengan hak-hak keuangan para pejabat eselon tersebut yang 'berganti kulit' dari pejabat struktural atau administrator ke pejabat fungsional?.

"Oh, tidak terganggu. Hak keuangannya persis sama dengan sebelumnya, begitupun tugasnya. Ini kan jabatan fungsional rasa struktural," jelas Irsadi berkelakar.

Bagaimana lagi dengan individu yang akan mengisi 'slot' jabatan fungsional yang disusun dan pejabatnya akan dilantik akhir tahun ini. Irsadi menegaskan ini untuk pejabat yang terdampak saja.

"Yang isi JF nanti ya pejabat yang terdampak dengan penyetaraan itu, tidak ada pergantian atau pertukaran pemain, orangnya tetap, yang awalnya struktural akan jadi fungsional, itu saja," pungkas Irsadi (*)

(Himun Zuhri/Beritajam.net).