PUPR Merangin Sebut Saat Ini Statusnya Masih Jalan Kabupaten

Pinto Akan Perjuangkan Jalan Koto Tapus - Tanjung Dalam Menjadi Jalan Provinsi

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara, BA. S.Psi., M.Si bersama DPUPR Provinsi Jambi saat melihat kondisi ruas jalan Koto Tapus, Jangkat Timur - Tanjung Dalam, Lembah Masurai
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara, BA. S.Psi., M.Si bersama DPUPR Provinsi Jambi saat melihat kondisi ruas jalan Koto Tapus, Jangkat Timur - Tanjung Dalam, Lembah Masurai /


MERANGIN,beritajam.net - Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi Pinto Jayanegara, BA. S.Psi., M.Si prihatin atas kondisi ruas jalan Koto Tapus, Jangkat Timur - Tanjung Dalam Lembah Masurai. Pinto berjanji akan memperjuangkan peningkatan status jalan ini.

Memang saat ini, jalan tersebut masih berstatus jalan kabupaten dan ternyata telah diusulkan pemerintah kabupaten Merangin untuk ditingkatkan menjadi jalan provinsi pada tahun lalu.

Pinto, ketika reses di wilayah Luhak-16 pada 15-16 Juli lalu sengaja secara langsung melewati jalan tersebut sekaligus melihat kondisi jalan yang cukup mempersingkat waktu tempuh bagi warga Jangkat Timur jika kondisinya bagus.

"Kita akan perjuangkan jalan ini ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi, agar dapat ditangani melalui APBD Provinsi, jika masih jalan kabupaten, ya beginilah kondisinya dari tahun ke tahun," jelas Pinto sembari melihat jalan yang populer dengan sebutan jalan 'Jangkat lamo'.

Peningkatan status jalan ini juga diharapkan oleh warga Jangkat Timur, sebab akses ke ibu kota kabupaten akan memotong waktu tempuh yang signifikan. Seperti dikatakan Kurnianto Kades Jangkat alias Koto Tapus.

"Kami sangat berharap, jalan ini secepatnya ditingkatkan menjadi jalan provinsi, agar penanganannya maksimal melalui dana provinsi, itu harapan kami teruma kepada pak Pinto yang merupakan wakil kita dari Merangin," ujar Kurnianto saat berbincang bersama Pinto di desanya. Jumat (16/7/2021) lalu.

Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Merangin melalui Plt. Kepala Bidang Bina Marga Yaddy Novianto membenarkan jalan tersebut masih berstatus jalan kabupaten.

"Masih status Jalan kabupaten informasi dari Kasi perencanaan, namun sudah di usulkan menjadi jalan strategis provinsi," ujar Yaddy yang juga Kasi Jalan Bidang Bina Marga.

Senada dengan Yaddy, Ade Candra Kasi Perencanaan Bidang Bina Marga mengatakan jalan tersebut telah diusulkan pada tahun 2020 melalui PU provinsi untuk ditingkatan ke jalan strategis provinsi.

"Kita usul tahun lalu, hanya sampai saat ini belum ada surat keputusan yang menyatakan jalan tersebut menjadi jalan provinsi, jika dewan provinsi ingin memperjuangkan kita sangat bersyukur," kata Ade.

Saat ditanya apakah, kabupaten kewalahan dalam menangani jalan tersebut, sehingga harus dinaikkan statusnya menjadi jalan provinsi. Ade membantah hal tersebut.

"Kewalahan tidaklah, tapi kalau sudah jalan strategis provinsi penanganan lebih cepat, karena bisa melalui dana provinsi juga boleh dari dana kabupaten," pungkasnya (*)

(Himun Zuhri/Beritajam.net)