Masih Ingat Oknum Kepsek yang Selingkuhi Istri Orang?, Ini Sanksi dari Dikbud Merangin

Tampak Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin
Tampak Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin /


Penulis: Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda

MERANGIN,BERITAJAM.NET -- Masih ingat dengan kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan DR salah satu kepala sekolah dasar di wilayah Kecamatan Pamenang?.

Kasus tersebut saat ini telah ditangani pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin.

Baca Juga: Selingkuhi Istri Orang, Oknum Kepsek di Merangin Ditangkap Warga dan Didenda 50 Juta

Ternyata tak tinggal diam, Dikbud Merangin saat ini tengah memproses sanksi bagi oknum kepsek yang telah menciderai dunia pendidikan itu.

DR pada bulan Ramadhan beberapa hari lalu sempat membuat heboh warga setempat karena ditangkap warga atas tuduhan selingkuh dan tak tanggung-tanggung dengan istri orang.

Baca Juga: Anggota Komisi II DPRD Merangin Minta Kepsek yang Selingkuhi Istri Orang Dicopot dari Jabatan Kepala Sekolah

Atas kejadian yang memalukan ini juga mengundang reaksi wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan Pamenang yakni Taufiq, ia minta jabatan DR dicopot dari kepala sekolah.

Dikbud Merangin melalui Sekretaris Dinas Said Usman saat konfirmasi menegaskan Dikbud telah memproses sanksi bahkan pemberhentian dalam jabatan.

"Sedang dalam proses ke BKD untuk sanksi dan pemberhentian dalam jabatan," kata Said Usman.

Diberitakan sebelumnya bahwa kepala sekolah berinisial DR yang baru di lantik pada 22 Februari 2022 lalu oleh Sekda Merangin, DR sehari-hari mengajar di salah satu SDN di wilayah Kecamatan Pamenang.

DR ketahuan selingkuh dengan YS salah satu guru honorer PAUD di desa setempat. Keduanya ditangkap warga di Desa Mentawak Baru, Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun.

Hal ini seperti dikatakan PK salah satu warga yang mengetahui kejadian ini, menurutnya saat ditangkap warga pada Minggu (24/4/2022) malam. Keduanya tengah telanjang badan di kamar di rumah orang tua YS.

Kebetulan rumah orang tua YS dalam kondisi kosong setelah ditinggal pulang orang tuanya ke Pulau Jawa. Sementara suami YS sedang berada di rumah YS di desa yang sama.

"Kepsek ini, malam kemaren ketangkap warga lagi berdua di rumah kosong, rumah orang tua si cewek kebetulan orang tua cewe itu lagi balek ke Jawa," ujar PK kepada beritajam.net.

Setelah ditangkap, keduanya disidang adat oleh RT setempat bersama warga sekitar dan diputuskan membayar denda 50 juta dalam tempo dua minggu.

"Denda 50 juta di kasih waktu 2 minggu untuk pembayaran dan sebagai jaminan sertifikat tanah malam itu. Dia emang ngaku selingkuh dan malah mau nikahi istri orang itu," jelas PK.

Sementara itu DR sang kepala sekolah yang ditangkap warga saat dikonfirmasi tidak membantah kejadian ini, bahwa ia mengucapkan syukur dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah sudah selesai secara kekeluargaan," ujar DR melalui pesan WhatsApp.

Hanya saja ia membantah dikabarkan tertangkap di kamar sedang tidak berpakaian. Namun membenarkan ia ditangkap di rumah orang tua si cewek dan didenda secara adat.

"Saya berkunjung ke rumah orang tua wanita tersebut, tetapi kami tidak tertangkap di kamar dan saya masih menggunakan pakaian. Memang betul kalau soal denda adat tersebut," tegasnya.

Lalu saat ditanya bagaimana dengan denda adat yang dikenakan kepadanya apakah sudah dibayar?. "Belum," singkat Dr bercerita seolah tanpa beban atas kejadian ini.

Namun jika dikaitkan dengan statusnya sebagai tenaga pendidik ia mengaku khilaf dan menyesal dan minta maaf atas kejadian yang cukup mencoreng dunia pendidikan ini.

"Saya benar-benar menyesal dan telah khilaf. Sebagai pendidik saya benar-benar minta maaf," tutup DR (*).