Lagi, Gubernur Jambi Al Haris Terima Penghargaan, Kali Ini dari Baznas RI

Gubernur Jambi Dr. H Al Haris, S.Sos., MH (tengah) saat menerima penghargaan, Foto: Kominfo Provinsi Jambi
Gubernur Jambi Dr. H Al Haris, S.Sos., MH (tengah) saat menerima penghargaan, Foto: Kominfo Provinsi Jambi /


JAMBI,beritajam.net - Gubernur Jambi Al Haris kembali menerima penghargaan di kancah nasional. Kali ini ia menerima penghargaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Award 2022.

Penghargaan yang diterima Al Haris dengan kategori Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia 2022. Penyerahan bertempat di Golden Ballroom The Sultan Hotel dan Residence, Jakarta, Senin (17/01/2022).

Penganugerahan Baznas Award 2022 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 Baznas RI.

Sebanyak 12 (dua belas) Provinsi yang meraih penghargaan Baznas Award 2022 dengan kategori Gubernur Pendukung Gerakan Zakat Indonesia 2022.

Diterima oleh 1. Jambi, 2. DKI Jakarta, 3. Jawa Barat, 4. Jawa Tengah, 5. Jawa Timur, 6. Aceh, 7.Sumatera Utara, 8.Sumatera Barat, 9.Sumatera Selatan, 10.Riau, 11.Bengkulu, dan 12.Kalimantan Timur.

Al Haris usai acara mengatakan zakat telah menggerakkan kesadaran berbagi rejeki kepada yang membutuhkan dan meningkatkan kepedulian sosial serta solidaritas saling berbagi antar sesama.

Sistem penyaluran zakat lanjut Al Haris menjadi lebih terstruktur melalui program program yang ada di Baznas dalam upaya membantu permasalahan dan memperkuat ekonomi umat.

Pemerintah Provinsi Jambi sendiri pada hari Rabu (12/1/2022) telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Baznas Provinsi Jambi terkait pengumpulan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh di Pemprov Jambi.

"Sehingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) menyalurkan zakatnya ke Baznas melalui Bank 9 Jambi," tutur Al Haris.

Tujuan dari MoU bersama Baznas Provinsi Jambi ini sambung Al Haris untuk lebih mengintensifkan bantuan amil zakat dari ASN Pemerintah Provinsi Jambi.

"Sehingga dapat membantu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pemerataan pembangunan juga mengurangi ketimpangan sosial," lanjut Al Haris.

Al Haris menjelaskan, Pemprov Jambi memiliki potensi zakat yang luar biasa dari para ASN yang jumlahnya lebih kurang 11.800 orang, sehingga perkiraan dalam satu bulan bisa mengumpulkan zakat sebanyak lebih kurang Rp.1,6 miliar.

"Dengan asumsi wajib zakat 2,5% sebesar Rp.150 ribu rupiah. Potensi tersebut baru dari sektor Pemerintah Provinsi Jambi, belum termasuk potensi dari pihak swasta maupun perorangan yang pasti lebih besar lagi," terang Al Haris.

Pemprov Jambi ke depan akan memperkuat regulasi dalam upaya memaksimalkan potensi zakat yang ada melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur.

"Kita akan mengajak masyarakat Jambi untuk membayar zakat melalui Baznas," jelas Al Haris.

Al Haris berharap, pengelolaan dan pemanfaatan zakat dapat berupa bentuk zakat produktif sebagai cikal bakal pemberdayaan dan kebangkitan ekonomi umat dalam upaya menekan dan mengentaskan kemiskinan di Jambi (*).