Ketua DPRD Merangin Ditanya Soal Rasa Naik Mobil Dinas Mati Pajak, Fendi: 'Dakdo Kacaklah'

Tampak mobil dinas jabatan ketua DPRD Merangin BH 3 F
Tampak mobil dinas jabatan ketua DPRD Merangin BH 3 F /


Penulis: Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda

MERANGIN,BERITAJAM.NET -- Mobil dinas jabatan ketua DPRD Merangin dengan nomor polisi BH 3 F diketahui mati pajak, alias tidak bayar pajak kendaraan setelah jatuh tempo.

Ketua DPRD Merangin Herman Efendi saat dikonfirmasi terkait mobil dinasnya yang dibawa hilir-mudik itu ternyata tidak bayar pajak, ia ketahui setelah adanya pemberitaan media ini.

Fendi biasa ketua DPD Golkar Merangin ini disapa mengatakan hal ini terjadi karena kelalaian dari sopirnya yang tak mengingatkan Sekwan atau dirinya bahwa pajak sudah jatuh tempo.

Baca Juga : Amazing! Mobil Dinas Bupati dan Ketua DPRD Merangin Nunggak Pajak Kepala Samsat Akui Sudah Dua Kali Kirim Surat

"Ini kelalaian sopir saya, karena tidak mengingatkan ke Sekwan, tidak mengecek STNK-nya. Itu tugas sopir selain juga memastikan SIM dia masih berlaku atau tidak," kata Fendi.

Karena kata Fendi tidak mungkin dirinya yang mengurus urusan seperti kapan mobil dinasnya harus bayar pajak dan itu tugas sopir yang membawa mobil tersebut.

"Ketua ini kan, naik pintu keluar pintu mobil. Kamu yang buka, kalian yang lebih tau pajak seharusnya," jelas Fendi mengulangi kata-kata yang disampaikan ke sopir setelah tahu mobilnya mati pajak.

Fendi mengatakan ia awalnya juga ikut terkejut jika mobil dinas jabatannya ini sudah mati pajak, karena tidak diingatkan sopir dia enggan menyalahkan Sekwan.

"Setelah baca berita saya takanjat, ngelumpa kok bisa belum bayar pajak, kalo sudah diingatkan sopir dan tidak dibayar baru nyalahkan Sekwan, sebab dana untuk bayar pajak sudah ada didalam DPA," terang Fendi.

Saat ditanya bagaimana perasaannya naik mobil dinas jabatan yang notabene tidak bayar pajak bahkan hampir masuk tahun kedua tidak bayar. Ia mengaku tidak enak dan berat hati.

"Perasaan dakdo kacaklah naik mobil mati pajak, karena ini fasilitas negara, tetapi dengan berat hatilah karena mobil satu-satunya operasional ketua," ujarnya, Kamis (15/9/2022).

Lalu ditanya lagi kapan dirinya mau bayar pajak kendaraan tersebut yang merupakan kewajiban. Fendi mengatakan sedang diproses Sekwan dan sudah ditangan bendahara.

"Dalam tiga hari inilah, sudah di proses sekwan dan sudah ditangan bendahara," pungkasnya.

Soal mobil dinas mati pajak tak hanya mobil dinas ketua DPRD Merangin, mobil dinas jabatan bupati Merangin sekalipun dengan Nopol BH 1 F pun juga tidak bayar pajak.

Bahkan tak kurang dari 250 unit kendaraan dinas yang merupakan aset Pemkab Merangin baru-baru ini juga tidak bayar pajak, tetapi setelah heboh ada beberapa OPD yang bergegas membayarnya (*).