Kado HUT Sarolangun ke-22, Akses Jalan ke Marga Batin Pengambang Lumpuh Total Dihantam Longsor

Tampak kondisi titik longsor di Bukit Pecelak, yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tampak kondisi titik longsor di Bukit Pecelak, yang terjadi beberapa waktu lalu. /


SAROLANGUN,beritajam.net - Kabupaten Sarolangun Hari ini, Selasa 12 Oktober 2021 merayakan hari jadi yang ke 22 tahun, dihari yang sama Tujuh desa di wilayah Ex Marga Bathin Pengambang, Kecamatan Batang Asai terisolir.

Terisolirnya Tujuh desa tersebut akibat jalan utama dari ibukota kecamatan Batang Asai dihantam longsor secara bertubi-tubi akibat curah hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi.

Bahkan belum selesai longsor pertama dibersihkan oleh petugas longsor susulan datang lagi dan yang terbaru longsor terjadi di tiga titik lokasi pada ruas jalan provinsi tersebut.

Hal ini seperti dikatakan Ardi salah satu warga yang melintasi jalan tersebut, bahwa kondisi jalan saat ini tak bisa dilewati sama sekali oleh kendaran roda empat (R4). Bahkan kendaran roda dua (R2) juga harus di tarik.

"Ya benar ada tiga titik longsor saat ini, titik pertama sekitar 4 KM dari kecamatan, maju 50 meter titik kedua dan titik ketiga di lokasi bukit pecelak yang beberapa minggu lalu longsor hebat di sana, belum selesai di bersihkan longsor datang lagi," kata Ardi kepada beritajam.net.

Bahkan, sambung Ardi hingga saat ini jalan tersebut sama sekali tak bisa dilalui, sementara ia tidak melihat ada upaya pembersihan material longsor yang terjadi sejak Senin (11/10/2021).

"Sekarang dak bisa nian lewat, yang di pecelak belum material longsor belum diganggu sama sekali, tumpukan longsor masih utuh," ujarnya.

Sementara itu Camat Batang Asai Arpan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jalan menuju tujuh desa di Marga Batin Pengambang saat ini terisolir karena terkendala cuaca hujan.

Untuk excavator masih standby di bukit Pecelak hanya saja untuk bekerja terkendala mobilisasi BBM karena sebelum menuju titik longsor tempat alat berada saat ini, di halangi tumpukan longsor sebelumnya.

"Kita sudah coba kerja pake alat bakhoe loader, karena ban karet dan kondisi tanjakan serta licin, operator tidak berani menembus itu, apalagi sekarang masih hujan. Kami masih menunggu bantuan dari kabupaten atau provinsi," ujar Arpan.

Untuk diketahui, hingga berita ini dirilis akses dari ibukota kecamatan Batang Asai ke Desa Batin Pengambang, Tambak Ratu, Batu Empang, Muara Air Dua, Sungai Keradak, Simpang Narso dan Bukit Berantai lumpuh total (*).


(Himun Zuhri/Beritajam.net)