Kabur ke Sumsel, Akhirnya Pelaku Pembunuhan Dalam Kasus Jual- Beli Pepaya di Bungo Ditangkap

Ilustrasi
Ilustrasi /


Penulis: Himun Zuhri | Beritajam.net | Bernai Beda

BUNGO,BERITAJAM.NET -- Aparat Kepolisian dari jajaran Polres Bungo tak butuh waktu lama, berselang tiga hari pelaku pembunuhan di Pasar Tradisional Mandiri Bungo berhasil ditangkap.

Setelah melakukan pengejaran, akhirnya pelaku pembunuhan dalam kasus yang menggemparkan warga Bungo pada Sabtu (9/4/2022) berhasil diamankan aparat.

Pelaku diamankan dikawasan di Desa Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Pelaku sehari-hari merupakan pedagang buah di Pasar Atas Bungo.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro membenarkan bahwa pelaku yang diamankan merupakan pedagang buah dan telah mengakui ialah pembunuh korban AS (40).

"Pelaku adalah AA alias Iwan bin Ismail. Penjual buah,” kata Kapolres, Selasa (12/4/2022).

Sesuai keterangan dari pelaku terang Kapolres benar bahwa dirinya-lah yang melakukan pembunuhan terhadap korban yang bernama nama Ashari alias Heri combo.

Ia tega menghabisi nyawa korban lantaran dipicu oleh sakit hati atas ucapan yang dilontarkan korban kepadanya pada saat hendak transaksi pepaya di lapak dagangan pelaku.

Dimana pemicunya, selain kurang bayar Rp 3 ribu, korban juga mengancam pelaku dengan kata-kata kasar yang berencana hendak mencongkel mata pelaku.

“Mendengar itu, tersangka emosi dan mengambil pisau pemotong semangka yang ada didalam kardus penyimpanan, lalu menikam korban,” pungkas Kapolres.

Untuk diketahui, Tewasnya AS (40) warga Kelurahan Tanjung Gedang, Muaro Bungo ditangan pelaku Iwan (30) hanya gegara tawar menawar harga pepaya yang dijual.

Korban AS yang tak lain pembeli yang hendak membeli pepaya kepada pelaku yang berjualan di Pasar Tradisional Mandiri, Pasar Bungo Pada Sabtu (9/4/2022) pagi.

Menurut salah satu pedagang menyebutkan insiden berdarah ini bermula saat korban hendak membeli satu kilo buah Pepaya kepada pelaku, dengan seharga Rp. 13 ribu.

Namun, Korban menawarkan dengan harga Rp. 10 perkilo disertai nada memaksa. Akhirnya, pelaku dan korban saling cekcok karena tak ada kesepakatan harga.

Karena penjual dan pembeli bertahan dengan harga masing-masing. Korban langsung emosi dan langsung melemparkan kayu ke arah bahu pelaku.

Karena tak terima dengan perbuatan korban, pelaku akhirnya mengejar dan menikam korban di bagian tangan dan perut dengan sebilah pisau yang digunakan memotong semangka.

"Korban mau beli kates dengan Harga 13 ribu sekilo. Korban menawar dengan harga 10 ribu. Pelaku menolak karena jauh dari harga yang telah diberikan," kata Rami, salah satu pedagang (*)