Jadi Temuan BPK Secara Berulang Terhadap Pembayaran Tunjangan PNS Tugas Belajar di Merangin

Tampak Kantor BKPSDM-D Merangin
Tampak Kantor BKPSDM-D Merangin /


MERANGIN,beritajam.net - Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) Perwakilan Provinsi Jambi menemukan kelebihan pembayaran tunjangan struktural dan fungsional terhadap tiga ASN Merangin yang menjalankan tugas belajar.

Hal tersebut di temukan BPK berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten Merangin tahun anggaran 2020.

Ketiga ASN tersebut pertama NA sebelum tugas belajar tercatat sebagai PNS fungsional RSUD Kol Abunjdani, kedua AY sebelum tugas belajar juga tercatat sebagai PNS Puskesmas Pematang Kandis.

Ketiga yakni MG sebelum menjalankan tugas belajar menjabat sebagai Sekretaris Lurah Pasar Atas Bangko, menariknya temuan kelebihan bayar ke rekening MG terjadi secara berulang.

Bahkan hal ini mendapat sorotan dari Fraksi Gerindra DPRD Merangin seperti disampaikan Syafrion selaku juru bicara Frkasi ketika menyampaikan pandangan fraksi-fraksi dewan terhadap laporan pertanggunjawaban pelaksanaan APBD 2020.

"Kita mempertanyakan PNS yang sedang tugas belajar di BKD menjadi temuan BPK dan terjadi secara berulang," kata politisi yang juga purnawirawan Perwira Polisi ini.

Sementara itu, pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM-D) Merangin melalui Kabid Pengembangan SDM Joni Setiawan membenarkan adanya temuan tersebut.

"Benar temuannya ada di sini, temuan tunjangan fungsional dan struktural yang sedang tugas belajar," kata Joni yang dibincangi beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Joni mengakui bahwa terhadap MG memang terjadi temuan BPK secara berulang, temuan pertama pada tahun 2019 lalu sudah dikembalikan ke khas daerah dan menurutnya kesalahan ini bukan ranahnya lagi.

"Yang bayar kan bendahara dia. Surat sudah kita sampaikan untuk penghentian pembayaran tunjangan itu, karena bayar bukan ranah kita lagi. Tapi kita tidak tahu kok bisa berulang, semoga hal ini jadi perhatian kami semua untuk perbaikan ke depan," pungkasnya.

Untuk diketahui total temuan kelebihan bayar berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Jambi terhadap Tiga ASN yang sedang melaksakan tugas belajar tersebut yakni sebesar Rp. 55.010.000,- (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net).