HMI Badko Jambi Kecam Tindakan Aparat Membubar Paksa Aksi Demo Penolakan Pembelian Mobil Dinas

Tindakan aparat saat membubar paksa aksi demontrasi HMI Cabang Bangko
Tindakan aparat saat membubar paksa aksi demontrasi HMI Cabang Bangko /


MERANGIN,beritajam.net - Aksi demontrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko yang menuntut pembatalan rencana pembelian mobil dinas berujung keos dan 7 aktivis HMI sempat diamankan polisi pada Kamis, (30/9/2021).

Polisi membubarkan paksa aksi HMI sekitar pukul 19.45 WIB dengan dalih telah melewati batas waktu menyampaikan pendapat dimuka umum, memang sebelum dibubar paksa pendemo terjadi beberapa kali aksi saling dorong dengan petugas.

Atas aksi ini, mendapat kecaman dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) BADKO Jambi yang kecewa sekaligus mengecam tindakan yang dilakukan pihak kepolisian dalam penanganan aksi demo di ruang paripurna DPRD Merangin.

Koordinator BADKO HMI Jambi Nanda Herlambang mengatakan HMI Cabang Bangko melakukan aksi di Kantor DPRD Merangin merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang diatur oleh undang-undang.

Massa dari HMI menolak pembelian mobil dinas baru pejabat Merangin ditengah 'carut marut' nya perekonomian bangsa saat ini, karena dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat secara keseluruhan.

Nanda sangat menyayangkan dalam upaya pengamanan dan penertiban oleh kepolisian sempat terjadi tindakan kekerasan fisik terhadap pengunjuk rasa.

"Fakta ini ditemui dari pengamatan langsung di lapangan dan banyaknya foto dan video yang beredar di media sosial," ujar Nanda kepada beritajam.net.

Tindakan aparat penegak hukum tersebut atas alasan apapun tidak dapat dibenarkan, terlebih lagi yang menjadi korban tindakan kekerasan tersebut adalah kaum intelektual yang menyampaikan aspirasi di muka umum sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah.

"Tindakan tersebut sangat disesalkan," tambah Nanda.

Semestinya lanjut Nanda dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan mengatakan sehubungan dengan tindakan tersebut karena melewati batas dari pukul 18.00 WIB.

"Kami sudah memberi peringatan kepada mereka tapi tidak diindahkan lalu kami amankan dan ambil keterangan kemudian kami pulangkan," kata Kapolres Merangin.

Terhadap oknum anggota kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan kata Kapolres ia minta dilaporkan saja dan ia siap menindaklanjuti.

"Jika ada oknum atau anggota kami yang melakukan tindakan kekerasan, silahkan lapor kami dan kami siap menindaklanjutinya," pungkasnya (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net)