Herman Efendi Sebut Fraksi Golkar Tegas Tak Ikut Karantina, Begini Pula Kata Ahmad Kausari

Pimpinan DPRD Merangin Herman Efendi , ST., MM dan Ahamd Kausari ST., MT
Pimpinan DPRD Merangin Herman Efendi , ST., MM dan Ahamd Kausari ST., MT /


Penulis: Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda

MERANGIN,BERITAJAM.NET -- Tak hanya wakil ketua I DPRD Merangin Zaidan yang menolak dikarantina jelang Pilwabup karena dianggap tak penting disamping tidak dianggarkan.

Baca Juga: Soal Karantina Dewan Jelang Pilwabup Merangin, Tolak Ikut, Zaidan: Anggarannya dari Mana

Ketua DPRD Merangin yang juga ketua DPD Golkar Merangin Herman Efendi juga dengan tegas mengatakan bahwa dirinya beserta anggota Fraksi Golkar tidak akan ikut karantina.

Hal ini menjadi sebuah sikap politiknya karena telah mendapat instruksi Partai Golkar tempat ia bernaung yang disampaikan fraksi sebagai perpanjang tangan partai di gedung parlemen.

"Ini instruksi partai melalui fraksi bahwa fraksi Golkar sepakat tidak ikut karantina," tegas Fendi saat dikonfirmasi media ini pada Jum'at (5/8/2022) malam.

Sebab ditegaskan lagi oleh Fendi bahwa Golkar dalam hal ini tetap satu suara dalam melaksanakan perintah partai. Meskipun tak dikarantina ia mengatakan tetap semangat.

"Golkar satu suara sesuai perintah, Golkar Merangin tetap melaksanakan perintah partai, Kita tetap semangat walaupun tidak karantina," ujarnya.

Meskipun telah memastikan tidak akan ikut karantina namun ia menekankan bahwa fraksi-nya akan disiplin waktu untuk hadir paripurna, meskipun atas dasar ini rencana karantina lahir.

"Fraksi Golkar akan disiplin waktu hadir paripurna," kata Fendi memberi jaminan kadernya tepat waktu.

Sementara itu, wakil ketua II DPRD Merangin Ahmad Kausari saat diminta tanggapannya terkait ini menegaskan tidak ada arahan terkait rencana karantina ini.

"Setahu sayo pribadi selaku pimpinan dak ado arahan tentang hal tersebut," kata ketua DPD PAN Merangin ini.

Ia tak menampik, bahwa ada kemungkinan rencana karantina tersebut merupakan suara dari fraksi-fraksi dewan yang ada di parlemen.

"Kemungkinan ini suara dari fraksi-fraksi yang ada di gedung (DPRD, red) setiap keputusan tentu sifatnya kolektif kolegial," tambahnya melalui pesan WhatsApp kepada beritajam.net.

Namun demikian, kata Kausari jika fraksi-fraksi dewan sudah sepakat dengan rencana tersebut, selaku pimpinan dewan ia jiga tak kuasa menolaknya.

"Kalau kawan-kawan fraksi sudah sepakat, tentu kami sebagai pimpinan juga tak bisa memaksa untuk menolaknya," pungkasnya (*).