Harimau Diduga Masih Berkeliaran, Warga Guguk Merasa Resah. Kades: Kami Minta BKSDA Menangkapnya

Ilustrasi, foto: Istimewa
Ilustrasi, foto: Istimewa /


MERANGIN,beritajam.net - Warga Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin kian resah dan ketakutan beraktifitas karena merasa masih terancam atas keberadaan harimau yang pernah menerkam warga setempat akhir bulan lalu.

Baca Juga: Innalillah, Meregang Nyawa di Lokasi 'Ngerai' Warga Merangin Meninggal Diterkam Harimau 

Kondisi psikologis warga Itu disampaikan Kepala Desa Guguk Hijazi kepada awak media beberapa waktu lalu. Warganya masih ketakutan beraktivitas terutama yang sehari-hari bekerja di kebun.

Selaku pucuk pimpinan di desa sekaligus mewakili masyarakat meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, untuk segera menangkap hewan buas yang menjadi ancaman tesebut.

"Atas nama warga Desa Guguk kami minta BKSDA untuk menangkap harimau, karena hingga saat ini warga masih tidak berani beraktivitas ke kebun untuk menafkahi keluarganya," kata pria yang ketab disapa Ijaz itu.

Dihubungi terpisah, Kepala BKSDA Jambi, H Udin Ikhwanuddin saat dikonfirmasi mengatakan untuk menangkap harimau harus melihat situasi dan tahapannya.

"Ada tahapannya, seperti memasang kamera trap, pemberitahuan larangan di kawasan hutan adat bukit tapanggang itu dan sosialisasi kepada warga, itu harus dilakukan," jelas Udin.

Sebab, lanjut H Udin Itu habitatnya, rumah dia (harimau, red) ia merasa dosa kita. Apalagi terangnya harimau juga makhluk tuhan. "Ada kajiannya dalam resiko konflik. Ringan, sedang dan berat, kita bertahap karena SOP-nya begitu," tambahnya.

Meski demikian, sambung H Udin, tidak juga menutup kemungkinan jika kondisi warga memang sudah sangat mengkhawatirkan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dan kajian ulang.

"Tapi kalau sudah betul-betul mengkhawatirkan, kita akan rembuk ulang-lah," pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Sabtu 25 September 2021 lalu, salah satu warga Desa Guguk atas nama Rasidin (33) menjadi korban atas ganasnya terkaman harimau tersebut, alrmahum meregang nyawa digigit harimau.

Hingga, saat ini si raja rimba itu belum ditangkap oleh pihak berwenang dan disinyalir masih berkeliaran lepas (*)

(Himun Zuhri/Beritajam.net)