Dua Calon Wakil Bupati Heri S Mohza dan Nilwan Yahya

Hanura Selalu Jadi Partai Penentu pada Pilkada dan Pilwakada Merangin

Bendera Partai Hanura / Ist
Bendera Partai Hanura / Ist /


Penulis : Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda

MERANGIN,BERITAJAM.NET - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Wakil Kepala Daerah (Pilwakada) di Kabupaten Merangin periode 2018-2023 Partai Hanura selalu jadi penentu.

Betapa tidak, pada Pilkada Merangin tahun 2018 silam, Partai besutan Oesman Sapta Oedang (OSO) ini menjadi penentu bahwa Pilkada Merangin diikuti tiga pasangan calon.

Baca Juga: Tanda-tanda Merangin Bakal Punya Wabup Mulai Kelihatan Lagi, Deal Dua Nama Ini yang Diusung

Sebab, kala itu Hanura adalah partai terakhir yang mengeluarkan rekomendasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Merangin periode 2018-2023.

Karena sebelum itu pasangan Ahmad Fauzi - Sujarmin (Fajar) telah mengantongi 13 kursi dukungan dari gabungan Partai Demokrat, PKS, Gerindra, PBB dan PKPI.

Selain itu pasangan Nalim - Abdul Khafid juga telah mengantongi 12 kursi dukungan dari gabungan PAN, PDIP, PKB dan Partai NasDem.

Namun detik-detik terakhir pada waktu itu, pasangan Haris - Mashuri (Hamas) baru mengantongi 6 kursi dukungan yang terdiri dari gabungan Partai Golkar dan PPP padahal syarat minimal dukungan 7 kursi dewan atau 20 persen.

Sementara Hanura ketika itu menjadi partai penentu sehingga sempat menjadi rebutan antara Al Haris, Nalim dan M. Syukur yang ujung-ujungnya gagal menjadi calon.

Andai saja Hanura memilih menjatuhkan dukungan kepada pasangan Nalim - Khafid dipastikan Pilkada Merangin diikuti head to head antara pasangan Ahmad Fauzi - Sujarmin vs Nalim - Khafid. Sementara Haris - Mashuri terancam gugur.

Namun politik hidupnya detik perdetik, seketika bisa berubah dan setelah adu lobi, akhirnya Al Haris berhasil mendapatkan dukungan Hanura sehingga pasangan ini melenggang dengan 10 kursi dukungan dewan.

Partai Hanura saat itu, menjadi partai yang paling dilirik pada injury time penentuan bakal calon, Hanura benar-benar jadi penentu pada Pilkada yang digelar 27 Juni 2018 silam.

Ternyata tak selesai sampai disitu, Hanura kembali menjadi partai penentu pada saat penentuan calon wakil bupati Merangin pergantian antar waktu (PAW) sisa masa jabatan 2018-2023.

Kali ini Hanura termasuk yang duluan mengeluarkan rekomendasi untuk dua nama calon wakil bupati Merangin pasca posisi ini lowong ditinggal Mashuri yang naik tahta jadi bupati setelah Al Haris naik kelas jadi Gubernur Jambi.

Partai Hanura pada Oktober 2021 telah mengeluarkan rekomendasi atas nama Nilwan Yahya dan Jarullah. Sementara PPP dan Golkar masih tarik ulur dengan nama-nama berbeda.

Seiring berjalan waktu, akhirnya DPP PPP dan DPP Golkar dalam waktu yang nyaris bersamaan pada bulan Januari telah bulat mengeluarkan rekomendasi untuk nama Heri S Mohza dan Nilwan Yahya.

PPP dan Golkar sudah sepakat dengan nama yang sama, sementara Hanura masih berbeda, dan akhirnya Hanura kembali sebagai penentu pada Pilkawada atau pemilihan wakil bupati (Wabup) Merangin.

Rekomendasi Hanura tentu harus diselaraskan dengan dua partai sejawatnya dan atau PPP dan Golkar yang harus merubah rekomendasi agar sepakat dengan Hanura untuk nama yang sama.

Setelah nyaris tiga bulan dingin, akhirnya Partai Hanura yang menentukan sikap dengan menganti nama Jarullah ke nama Heri S Mohza dan dukungan koalisi ini akhirnya utuh ke Nilwan Yahya dan Heri S Mohza.

Hanura terbukti kembali sebagai penentu tak hanya pada Pilkada 2018 lalu, namun juga pada Pilwakada saat ini (*)