Gus Yahya, Sang Mantan Aktivis HMI Terpilih Jadi Ketua PBNU

Gus Yahya /Ist
Gus Yahya /Ist /


JAKARTA,beritajam.net - KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam sidang Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung, Jum'at (24/12/2012).

Gus Yahya berhasil mengalahkan kandidat petahana yakni, KH Said Aqil Siradj. Gus Yahya meraih suara sebanyak 337 suara dan Kiai Said Aqil mendapatkan 210 suara terpaut 127 suara kemenangan Gus Yahya.

Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya memiliki kedekatan dengan Gus Dur bahkan dianggap sebagai Gus Dur Muda yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi.

Bahkan Gus Yahya pernah ditunjuk menjadi Juru Bicara Presiden sewaktu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur berkuasa pada 1999-2001.

Sosok Gus Yahya sendiri begitu lekat dengan NU, di mana sang ayah yang merupakan tokoh NU yang disegani bernama KH Cholil Bisri. Bersama Gus Dur, KH Cholil Bisri adalah pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah, 16 Februari 1966 silam. Dia lahir dari garis keturunan santri dan tumbuh di lingkungan pesantren.

Gus Yahya sendiri juga merupakan keponakan dari ulama Kharismatik dan juga tokoh budayawan dari NU, KH Mustofa Bisri, atau biasa disapa Gus Mus. Sedangkan adiknya adalah Menteri Agama saat ini

Gus Yahya sendiri sejak kecil mendapat pelajaran agama di Pesantren, bermula dari Pendidikan formal di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah.

Kemudian dia melanjutkan pendidikan agama di Pondok Pesantren KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta. Tak hanya itu, Gus Yahya itu dia juga kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol).

Selama masa kuliah, Gus Yahya aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta bahkan pernah menjabat sebagai ketua Cabang.

Kakak kandung Yaqut Cholil Qoumas itu juga sempat bermukim selama setahun di Mekkah, Arab Saudi untuk mengaji.

Setelah itu, Gus Yahya sempat aktif di PKB, tapi kemudian memilih lebih menekuni di bidang pendidikan. Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2014-2019 ini kerap menjadi pembicara internasional di luar negeri.

Seperti pada Juni 2018, Gus Yahya menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel menyuarakan menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama.

Kini, Gus Yahya resmi menjadi Ketua Umum PBNU yang di mana sebelumnya dirinya miliki keinginan untuk membuat NU sendiri menjadi model peradaban di masa depan.

"Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan," kata Gus Yahya seperti dilansir okezone.com.

Gus Yahya dengan tegas mengatakan bahwa pencalonannya sebagai ketua umum PBNU bukan untuk kepentingan politik praktis di tataran calon presiden dan wakil presiden.

"Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau," kata Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021) lalu (*).

Sumber : okezone.com