Golkar Usulkan Exs Bendahara PDIP Sebagai Cawabup Merangin, Herman Efendi: Tidak Kemauan Saya Pribadi, Lillahi Ta'ala

Poto Tangkapan Layar dari video wawancara Ketua DPD II Golkar Herman Efendi yang didampingi Sekretaris Suardi, Senin (13/9/2021) malam. Bertempat di Rumdis Bupati Merangin., Foto : Ist
Poto Tangkapan Layar dari video wawancara Ketua DPD II Golkar Herman Efendi yang didampingi Sekretaris Suardi, Senin (13/9/2021) malam. Bertempat di Rumdis Bupati Merangin., Foto : Ist /


MERANGIN,beritajam.net - Peta politik pengisian kekosongan wakil bupati Merangin sisa masa jabatan 2018-2023 terus bergulir oleh partai-partai pengusung pemenang Pilkada 2018 silam. Panitia pemilihan wakil bupati (Pilwabup) juga sudah dibentuk.

Setelah PPP melalui forum rapat pimpinan wilayah yang digelar Minggu (12/9/2021) di Merangin Hotel. Keputusannya yakni mengusulkan nama Nilwan Yahya kepada DPP PPP untuk direkomendasi sebagai calon wakil bupati Merangin.

Sehari setelah itu, hari ini Senin (13/9/2021) dikabarkan DPD II Golkar Merangin juga telah melaksanakan rapat internal, untuk mengusulkan nama-nama calon wakil bupati ke DPP Partai Golkar.

Dari hasil rapat tersebut, ada tiga nama yang telah diputuskan DPD II Partai Golkar Merangin yang akan diajukan agar mendapat rekomendasi DPP Partai Golkar.

Diantarnya nama-nama yang diusul pertama Harmaini alias Ramoy, ia adalah mantan bendahara DPC PDI Perjuangan Merangin yang juga mantan Calon Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Jambi III (Merangin-Sarolangun) pada Pemilu 2019 lalu.

Ramoy maju sebagai Caleg dari PDI Perjuangan nomor urut 7. Namun hasilnya ia kalah suara dengan caleg nomor urut 2. Abdul Khafid dan Zainul Arfan dengan nomor urut 1.

Kedua, DPD II Golkar Merangin mengusulkan nama kader Golkar Fakhrudin Ilyas yang tak lain mantan anggota DPRD Merangin periode 2009-2014 dari Fraksi Golkar.

Ketiga, DPD II Golkar Merangin mengusulkan nama Asmawi mantan anggota DPRD Merangin periode 2009-2014 dari Partai Pembangunan Daerah (PPD) yang pada Pemilu 2019 lalu terdaftar sebagai Caleg Partai Golkar.

Namun, yang menarik perhatian publik yakni dengan adanya nama Harmaini, sebab nama ini cukup santer beredar sebagai calon wakil bupati Merangin dari Partai Golkar.

Bahkan kabarnya nama Ramoy ini telah jauh-jauh hari diusulkan ke DPP Partai Golkar oleh Ketua DPD II Golkar Merangin Herman Efendi melalui DPD I Golkar Provinsi Jambi.

Usulan tersebut untuk mendapat rekomendasi pengurus pusat, hanya saja usulan tersebut dimentahkan DPP Partai Golkar dan meminta usulkan nama ulang ke DPD II melalui DPD I dengan jumlah tiga nama.

Sementara itu, Herman Efendi diwawancari awak media di Rumah Dinas Bupati Merangin pada Senin (13/9/2021) malam. Ditanya soal nama mantan politisi PDIP yang diusulkan Golkar ia mengatakan bukan kehendaknya semata.

"Ini yang menarik, berulang kali saya sampaikan, mengapa Ramoy yang bisa masuk secara spontan. Disini kami sampaikan dan terangkan kepada rekan-rekan media, masuknya ramoy bukan kehendak Fendi, bukan kendak semua yang ada," kata Fendi didampingi Sekretaris Golkar Suardi.

Fendi mengisyaratkan perjalanan Ramoy berlabuh ke Golkar atas permintaan salah satu petinggi DPP Partai Golkar, ketika usai melaksanakan Musda ke X Partai Golkar Merangin di kantor DPD I Golkar Jambi pada awal tahun 2021.

"Dua hari usai Musda di Jambi, saya ditelpon senior kami di Jakarta, Sabil Rahcman Sekjen Kasgoro, kalo gak salah itu namanya, dia minta pada kami. Dia ngucapkan selamat, dindaku selamat," kata Fendi

Bahkan Fendi kembali menegaskan bahwa masuknya nama exs politisi PDI Perjuangan tersebut ke tubuh Golkar ia sempat bersumpah bukanlah kemauan pribadinya.

"Tidak ada kemauan saya pribadi, oh mentang-mentang Ramoy orang Tabir?, Tidak. Lillahi Ta'ala," tegas Fendi dengan penuh keyakinan.

Lalu, saat ditanya lagi apakah keputusannya dengan mengusulkan kader Partai lain dalam hal ini tidak melanggar AD/ART Partai Golkar?.

"Kalo kita melihat, perpindahan partai A ke B itu, mohon maaf kalau bagi saya biasa saja, bahasa itu terlalu prontal. Itulah mekanisme partai. Hari ini saya keluar dari Golkar malam ini juga saya pindah ke partai lain, sah-sah saja itu hak saya," tambah politisi Golkar ini yang sebelumnya pernah berlabuh ke Partai Gerindra dan Berkarya.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Merangin, Khafid Moein, yang dikonfirmasi awak media membenarkan Ramoy pernah di PDIP dan sudah mengundurkan diri sebagai Bendahara DPC PDIP Merangin.

"Iya memang sempat menjadi Bendahara DPC PDIP, tetapi beliau sudah mengundurkan diri semenjak Juni atau Juli lalu, saya lupa," ujar Khafied Moein (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net)