Minggu, 28 November 2021

Buru Harimau Pemangsa Manusia di Renah Pembarap, BKDSA Pasang Perangkap dan Kamera Trap

Ilutrasi pemasangan kamera, sumber photo: antaranew.com
Ilutrasi pemasangan kamera, sumber photo: antaranew.com /


MERANGIN,beritajam.net - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi akhirnya memburu harimau yang menewaskan warga Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Kepala KSDA Merangin, H. Udin Ikhwanudin mengatakan pihaknya menetapkan status katagori rawan konflik harimau dengan manusia, karena sudah menyebabkan adanya korban jiwa.

"Ini harus ditangkap untuk menyelamatkan warga dari ancaman harimau dan supaya warga bisa beraktivitas," kata Udin Ikhwanudin, Jum'at (15/10/2021).

Untuk memburu harimau tersebut BKSDA memasang perangkap dan kamera trap di wilayah Desa Air Batu, Desa Guguk, dan Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembarap.

"Setiap desa kita pasang dua perangkap dan dua camera trap, jadi ada enam perangkap dan enam camera trap yang kita pasang untuk menangkap harimau itu," ujarnya.

Tak hanya perangkap, pihaknya juga menyiapkan senjata bius untuk menembak harimau, "Kita juga siapkan bius. Jadi itu upaya kita menangani konflik harimau," tambah Udin Ikhwanudin.

Selain itu, pihaknya juga membuat posko patroli bersama di Desa Marus Jaya dan untuk memburu harimu tersebut pihaknya membentuk tim bersama yang terdiri dari BKSDA, TNKS, KPHP Merangin, Kepolisian, dan TNI.

"Posko patroli bersama ini kita buat di Desa Marus, karena desa itu terletak ditengah-tengah mudah di jangkau dari Guguk dan Air Batu," ujarnya.

Terkait kondisi saat ini, pihaknya menghimbau agar warga Renah Pembarap sementara waktu tidak melakukan aktivitas di kebun.

"Kita menghimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kebun dalam seminggu ini," katanya.

Terkait korban tewas dan luka karena terkaman harimau, disebut Udin Ikhwaludin pihaknya memberikan santunan untuk yang korban tewas dan bantuan biaya pengobatan bagi korban terluka.

"Ya, kita berikan santunan untuk dua korban yang tewas, warga Guguk dan juga Air Batu, sementara untuk warga Desa Marus yang terluka kita bantu biaya pengobatan," sebutnya.(*)

(Himun Zuhri/Beritajam.net)