Bapak Ini Dihajar Massa Setelah Masukan Tangan ke Dalam Celana Bocah 8 Tahun di Pasar Bangko

Mantolo (50) saat diamankan setelah dihajar massa karena mencabuli anak dibawah umur
Mantolo (50) saat diamankan setelah dihajar massa karena mencabuli anak dibawah umur /


Penulis : Himun Zuhri | Beritajam.net | Berani Beda

MERANGIN,BERITAJAM.NET -- Entah apa yang merasuki fikiran Mantolo (50) seorang tukang parkir warga Sungai Mas Kelurahan Pasar Atas Bangko, Kecamatan Bangko.

Mantolo terpaksa diamankan warga Bangko, karena diduga melakukan pencabulan anak dibawah umur dan pelaku sempat diamuk massa.

Kejadian upaya pencabulan ini berlokasi di salah satu kios di kawasan Pasar Bawah Bangko pada Senin (18/4/2022) sekira pukul 14:00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa sebelum kejadian ada seorang ibu-ibu yang berjualan di Pasar Bawah Bangko sedang kehilangan anaknya.

Lalu ia meminta tolong kepada warga lain untuk mencari anaknya. Bak disambar petir disiang bolong ibu itu mendapati anak perempuannya yang sedang dicabuli pelaku.

Ibu korban yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa aksi pencabulan terhadap putrinya yang berumur 8 tahun itu ketika ia sedang bermain yang tak jauh dari ibunya berjualan.

"Datang lelaki paruh baya menghampiri anak tersebut dengan langsung memasukan tangan kedalam celananya hingga menyentuh kelamin," ujar orang tua korban.

Setelah melihat pelaku mencabuli anaknya, orang tua korban berteriak minta tolong sehingga menyulut emosi warga yang berada disekitaran TKP.

Tak sanggup menahan emosi, akhirnya pelaku pencabulan itu di hajar massa hingga babak belur kemudian baru diserahkan ke pos polisi Pasar Bangko.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Indar Wahyu saat dikonfirmasi membenarkan kejadian dan pelaku telah diamankan di Mapolres Merangin.

"Iya benar, saat ini terduga pelaku masih kita periksa," kata Indar Wahyu.

Kabar yang beredar pelaku merupakan residivis dengan kasus serupa, saat ditanya kepada Kasat Reskrim ia menjelaskan bahwa masih didalami.

"Masih mendalami hal itu," pungkasnya (*)