'Bakatabut' Diantara Magrib dan Hujan, Mashuri Lantik 270 Pejabat di Merangin

Prosesi pelantikan pejabat administrator dan fungsional oleh bupati Merangin
Prosesi pelantikan pejabat administrator dan fungsional oleh bupati Merangin /


MERANGIN,beritajam.net - Bupati Merangin H Mashuri kembali melakukan perombakan kabinet Merangin Mantap pada Rabu (29/9/2021) sore bertempat di halaman samping kantor bupati Merangin.

Pelantikan yang sedari awal dijadwalkan pada pukul 15.00 Wib dan waktunya molor, bahkan prosesi pelantikan sendiri berlangsung disela-sela azan magrib dan diguyur hujan alias 'bakatabut'.

270 pejabat yang dilantik hari ini terdiri dari pejabat administrator dan fungsional, terdapat dua orang pejabat eselon III.B yang hanya berganti posisi alias "change" dari posisi hasil pelantikan 23 hari lalu.

Selain itu, terdapat 259 pejabat eselon IV dan enam diantaranya adalah lurah sementara 9 pejabat fungsional, diantara pejabat fungsional tersebut ada yang cukup menarik yakni nama ex direktur RSUD Kol Abundjani Berman Saragih dua kali disebut.

Bupati Mashuri dalam sambutannya meminta kepada pejabat yang baru dilantik dapat mensukseskan Visi Merangin Mantap 2023.

"Saya mohon untuk bekerja cepat, berbenah di kantor kita berinovasi, jangan hanya melihat RKA. Kita bekerja terlebih dahulu, dan kesejahteraan akan mengikutinya," kata Mashuri dihadapan ratusan pejabat.

Dibincangi usai melantik, H Mashuri saat ditanya soal molornya waktu pelantikan disaat semua pejabat berkepentingan sudah hadir termasuk dirinya, ia mengatakan ada kesalahan pengetikan nama.

"Tiga kali pengetikan karena ada salah, itu kalau kita simak tadi masih ada double nama, kami yang cek langsung ini nama salah, itulah yang terjadi, ini semua karena banyak," kata Mashuri.

Lebih lanjut Mashuri mengatakan sebenarnya ia tidak menghendaki pelantikan sebanyak ini, tetapi secara bertahap, namun karena ada surat dari Menpan RB bahwa tanggal 30 bulan ini nama-nama pejabat yang sudah dilantik sudah dikirim.

"Wajib dikirimkan namanya ke Menpan RB dan BKN dan ini gunanya untuk inpassing ke jabatan fungsional. Pada tahun 2022 semua pejabat eselon IV dialihkan ke fungsional," tambahnya.

Saat ditanya, apakah molor karena ada nama yang menyusul kemudian untuk dilantik? Mashuri menegaskan tidak ada dan ini disebabkan beberapa hal.

"Tidak, pertama karena saya paripurna, kedua karena tamu saya masih banyak, juga karena kesalahan pengetikan," jelasnya.

Lalu, terhadap nama Berman Saragih? Mashuri menegaskan mantan direktur RSD tersebut tidak dilantik karena dulunya Berman dari fungsional ditarik ke struktural namun sekarang kembali lagi ke fungsional.

"Tidak perlu adanya pelantikan," pungkasnya.

(Himun Zuhri/Beritajam.net)