Minggu, 28 November 2021

Badko HMI Jambi Laporkan Oknum Anggota Polres Merangin ke Propam Polda Jambi

Koordinator Badko HMI Jambi usai menyampaikan laporannya ke Mapolda Jambi, Selasa (5/10/2021).
Koordinator Badko HMI Jambi usai menyampaikan laporannya ke Mapolda Jambi, Selasa (5/10/2021). /


MERANGIN,beritajam.net - Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi dibawah koordinator Nanda Herlambang mendatangi Mapolda Jambi, Selasa (5/10/2021) siang. Nanda melaporkan tindakan oknum anggota Polres Merangin.

Oknum anggota Polres Merangin dilaporkan lantaran diduga melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa saat membubarkan paksa aksi demontrasi dari HMI Cabang Bangko pada (30/9/2021) malam.

Baca Juga: Hmi Badko Jambi Kecam Tindakan Aparat Membubar Paksa Aksi Demo Penolakan Pembelian Mobil Dinas

Mahasiswa dari HMI melakukan aksi penolakan rencana pemerintah kabupaten Merangin untuk membeli tiga unit mobil dinas jabatan yang diperuntukan untuk Bupati, Sekda dan Wakil Ketua DPRD Merangin pada APBD Perubahan tahun 2021.

Pada saat pembubaran paksa tersebut aparat diduga melakukan kekerasan fisik kepada beberapa pentolan pendemo, seperti lehernya dipiting aparat bahkan ada yang terluka dan terjatuh. Sehingga polisi mengamankan dan memproses Tujuh orang pendemo lalu melepaskan kembali.

Kondisi lutut salah satu mahasisa yang menjadi korban tindakan aparat

Tampak salah satu mahasiswa yang dipiting aparat

Laporan tersebut dibenarkan oleh Koordinator BADKO HMI Jambi Nanda Herlambang ketika dibincangi media ini, Selasa (5/10/2021). Nanda melaporkan tindakan refresif oknum aparat terhadap kader HMI Cabang Bangko di gedung DPRD Merangin ke Mapolda Jambi.

"Ya, benar tadi kami mendatangi Mapolda guna melaporkan tindakan refresif oknum aparat kepolisian kepada kader HMI di gedung DPRD Merangin," kata Nanda.

Ia meminta, Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi segera menindaklanjuti dan memproses laporan Badko HMI Jambi yang dilayangkan hari ini. Dan pihaknya akan memantau perkembangan proses ini.

"Kita meminta Propam Polda segera proses oknum-oknum polisi yang bertindak refresif tersebut dan Badko akan pantau proses ini," pungkas Nanda.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan mengatakan Pembubaran paksa dilakukan karena massa aksi telah diberi peringatan karena melewati batas waktu yakni pukul 18.00 Wib.

Dan terhadap tujuh mahasiswa yang diamankan hanya diminta keterangan lalu di pulangkan dan tidak dilakukan penahanan. Terhadap tindakan oknum anggotanya jika ada yang melanggar ia minta dilaporkan.

"Silahkan dilaporkan, dan kami siap menindaklanjutinya," ujar Kapolres Merangin beberapa hari lalu (*).

(Himun Zuhri/Beritajam.net)